Good People

SAM_1417

Jarang sekali saya menemukan seseorang seperti dia. Beliau adalah seseorang yang bekerja membantu para lansia yang membutuhkan tempat untuk bercerita, melepas segala kelelahan hidup, menampung segala bentuk keluhan. Dan beliau merupakan seseorang yang sangat baik dan peduli kepada siapa saja. Ketika beliau sedang berusaha berbagi cerita tentang pengalaman beliau selama bekerja, ada satu hal yang jarang sekali saya temui.

Beliau menuturkan pengalaman-pengalaman bertemu dengan orang baru setiap harinya dengan segala keluh kesah yang mereka bawa. Saat itu juga saya melihat wajah beliau sangat hangat dan perlahan-lahan ada genangan air yang berkubang di bola matanya. Saya yakin beliau orang baik bahkan sangat baik. Selama ini saya belum pernah melihat ekspresi seseorang seperti beliau. Saya berpendapat, beliau melakukan pekerjaannya dengan hati yang tulus.

Di sela percakapan yang ia bagikan kepada saya dan teman-teman, beliau berkata, jika kita ingin memberikan hal yang terbaik bagi orang lain, berikanlah hal yang terbaik itu kepada dirimu sendiri terlebih dahulu. Setelah itu kamu akan bisa memberikan hal terbaik kepada orang lain.

She’s a good people!

 

 

 

 

 

Rajin makan maka cepat kaya, Mak!

DSC00450

Maaf baru sekarang gambar ini aku upload.

Tak berniat untuk mengingatkan sekarang berapa usia yang sudah terlewati dengan banyak hal yang masuk akal dan memusingkan kepala. Tapi aku yakin semua yang sudah dijalani tidak mampu menurunkan berat badanmu. Bahkan mungkin sekarang semakin singset. Di kala para wanita berjuang untuk diet, kita masih bepegang teguh. Pelihara nafsu makan!

Mereka rajin untuk datang ke salon kecantikan, kita masih suka oles-oles lidah buaya demi kesuburan rambut di kepala beserta jeruk nipis.

Aku tahu rasa percaya dirimu sangat padat, sepadat betis kakimu yang hampir tiap pagi dan sore manjal sepeda. Kita memang ayu dan maka dari itu tidak perlu dipoles sana sini :).

Oh iya, masih rajin kemampul di air kolam renang?

DSC_0005

Wis iso renang? 🙂

Tapi tenang saja kalau umur kita panjang, sempatkanlah main ke rumah, nanti aku sediain bathtub deh. Lebih gampang berenang di bathtub kok.

Rajin makan memang menjadikan kita makin kaya. Karena tidak membiarkan sel-sel saraf kita mati kelaparan dan kalau sudah kenyang semua masalah akan bisa terpecahkan, bukan? Ada energi untuk berpikir. Atau malah mengantuk, itu kalau porsi makannya kebanyakan yaaa.

Ah aku tidak usah kiwir-kiwir ya? Aku ingin bertobat saja!

Pendek kata, hidup itu memang butuh karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan kawan-kawannya. Dan cinta semurni dan semanis madu hutan tentunya. Agar hidup terjalani lebih santai dan menyenangkan. 🙂 Jangan madu oplosan gula dan air.

Gendut pasti bangga punya emak yang anti banting!

Selamat rajin makan di hari-hari ke depan.

 

ps. ngucapinnya kecepetan 🙂

 

Pamit

Tidak terasa sudah saya tinggal jauh dari bapak, ibu dan adik selama 9 tahun. Sejak kecil saya tidak pernah berpikir untuk pergi jauh dan pergi sejauh mungkin dari rumah. Berpamitan ke Jogja hanya untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya. Tapi menjaga diri untuk tetap fokus pada satu tujuan itu cukup memeras hati.

Beruntung memiliki bapak yang tidak pernah membunuh mimpi-mimpi saya.

Seharusnya 4 tahun yang lalu saya sudah berada di rumah dan mencari pekerjaan sesuai jurusan yang saya geluti di kampus. Namun saya memilih untuk menundanya. Di kala teman-teman saya sudah duduk manis di auditorium untuk di wisuda, saya malah menjauh dari dunia kampus. Memulai sesuatu dengan kebebasan dan menemui orang-orang baik yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Menemukan teman seperjalanan yang benar-benar sepadan itu tidak gampang. Sembari berjalannya waktu, teman yang sepadan akan datang dan mengajak kita untuk melakukan sebuah perjalanan.

Di tengah -tengah kenyamanan dengan teman baru yang sepadan, saya diminta untuk segera merampungkan kuliah dahulu. Setelah melewati masa yang sangat melelahkan, rasanya terkagum-kagum pada diri sendiri. Bayangkan saja dalam waktu 2 hari harus mengurus administrasi yudisium, wisuda dan merevisi skripsi. Singkat cerita saya berhasil lulus dan tidak mau diajak pulang ke rumah.

Untuk memulai sesuatu yang baru atau melepas yang lama itu cukup memakan waktu dan energi serta uang tentunya. Butuh waktu 2 tahun setelah diwisuda untuk benar-benar siap dan rela atau tidak rela berpindah posisi ke dunia yang sudah lama ditinggalkan.

Siap atau tidak. Hanya diri sendiri yang bisa merasakan.

Jogja. Dari dulu saya tidak pernah memikirkan untuk tinggal di Jogja selama ini. Bahkan ketika masa SMA ada study tour ke Jogja dan Bali, tak ada rasa untuk ingin mengikuti acara itu. Saya lebih memilih mengikuti observasi ke pabrik Coca Cola.

Tiga bulan lagi adalah waktu yang saya pilih untuk pulang ke pelukan orang-orang tersayang. Dua lelaki yang sangat menunggu kedatangan saya kembali, bapak dan adik.

Jogja bukanlah mantan. Namun sebelum naik bus jurusan antar pulau, memang perlu pamit dengan mantan.

Tak banyak tempat yang berhasil memikat hati. Tapi para lelaki ini melakukannya.

DSC01514

Mereka menemani menyusuri bukit-bukit yang benar-benar menyejukan hati.

Ngashim, sekali bertemu kita selalu adu argumen, tentang apa saja. Saat kami melakukan susur pantai ini, Ngashim terserang maag. Selama setengah perjalanan ia muntah, saya memarahinya. Karena bekal kami tak banyak, roti yang kuberikan memang ia makan dengan lahap namun setelah itu dikeluarkan lagi. Dan di tempat ini ia bebas dari rasa sakitnya, lihat saja wajahnya ceria. Saya akui Ngashim adalah pribadi yang sangat cerdas, semua hal ia tahu bahkan soal cinta.

Pak e Yula, nama aslinya Yuladi, seorang perjaka Bantul yang pendiam dan dia menjadi leader kami. Semua aman ketika ia menjadi ketua dalam sebuah tim perjalanan. Terima kasih banyak, pak! Dengan dia kami belajar tentang bukit-bukit dan pantai yang ada di Gunung Kidul.

Paman Dori, dia seperti langit biru. Kita tidak bisa dengan gampang menebak apa yang ada di dalamnya, bisa tiba-tiba mendatangkan hujan dan menghadirkan pelangi. Dia adalah orang yang merekam perjalanan kami, tapi dia tidak pernah memberi tahu kami apakah video itu masih ada atau sudah musnah dimakannya.

Mas Sigit, dia kuliah di jurusan Psikologi, namun sesekali dia juga bisa menjadi labil. Tapi dia adalah tipe orang yang penyayang.

Pak Puh Hendra, pelatih basket di salah satu SMA namun ketika perjalanan ia sering mengeluh kalau tumitnya nyeri. Tapi karena dia, kami bisa sering beristirahat meskipun hanya 5 menit kemudian jalan lagi.

DSC01551

DSC01552

DSC01469

DSC01471

DSC01576

DSC01490

DSC01465

Ah sudah 5 tahun yang lalu kami bertemu banyak orang baik. Kalau ingin bertemu orang baik, pergilah sejauh mungkin.

Sudah tiba saatnya pamit dan menemui orang baik di tempat lain. Anda sudah siap untuk pergi?

Kado Mini Untuk Paa

Entah bagaimana tahun sangat cepat berganti dengan tahun yang baru. Banyak hal yang semakin antri di perjalanan untuk berebut kapan  dan kapan mereka terlahir menjadi sebuah peristiwa atau hanya menjadi momen. Momen yang kelak akan menjadi hiburan, ketika rindu kambuh tiba-tiba di suatu waktu.

Apa kabar? Sekarang tinggal dan kerja dimana? Sudah menikah? Anakmu berapa? Atau ….

Aku yakin pribadi yang menanyai kepada seorang teman yang baru bertemu setelah sekian lama seperti itu pertanda hidupnya berlangsung tanpa kegairahan. Hidup hanya sebagai rutinitas belaka, berulang setiap hari sehingga pikiran mereka kurang kreatif ketika membuat pertanyaan.

Kepo sekali mereka jika selalu bertanya seperti itu. Kalau saya belum menikah, apakah akan membantu saya mencarikan teman hidup? Atau akan menyumbang seorang bayi mungil kepada saya jika saya belum memiliki momongan? Atau memberi pekerjaan jika saya sekarang pengangguran?

Dan giliran ketika pulang ke rumah setelah sekian lama merantau, seorang ibu yang sabar menunggu kedatangan anak perempuannya, bertanya umurmu berapa sekarang?

Ah, Paa. Lupakan itu semua.

Akan kuceritakan momen yang hingga sekarang masih membekas bahkan menggores terlalu dalam karena tiap hari aku bermimpi masih berada di sana, Holland.

Paa, sebelumnya aku belum pernah naik pesawat udara. Parah banget ya, di zaman yang modern gini aku masih suka naik bus atau kereta. Kau tahu lah, di bus atau pun di kereta, kita bakal ketemu banyak momen yang merakyat. Bayi merengek minta  susu, bapak-bapak tidur dan mendengkur setelah lelah bekerja, para pramusaji yang rajin memasuki lorong mengingatkan kita untuk makan tepat pada waktunya, mendengar para ibu menggosip dan berkomentar ini dan itu. Dan melihat banyak panorama yang terbingkai kaca dengan bentuk persegi atau persegi panjang.

Tapi Tuhan sungguh maha Pengejut. Holland, jauh sekali Paa, bayangkan jika kita kesana naik pitung eh Misel, berapa hari kita habiskan waktu. Apalagi jika kita membawa emak kita yang manja itu, bayangkan Paa. Berapa kuintal beras yang akan kita bawa untuk asupan karbo emak kita. Sampai detik ini, dia masih suka makan nasi, dan makan apa saja, Paa.  Eat is the most important activity in her life. Tapi kita perlu bersyukur Paa, dia sekarang jadi gadis kekinian. Terkadang darah ayam dijadikan lipstik, aduh emak kita emang patut dijuluki emak anti mainstream ya, Paa. Itu sedikit cerita keadaan paling baru dari  emak kekinian kita sekarang.

Holland, jika dihitung saya bermimpi melanjutkan study di sana sekitar 5 tahun yang lalu, Paa. Dan Holland seperti Jogja. Rumah di tempat yang jauh. Leeuwarden di Friesland, itu kota pertama kali aku singgah bersama teman-teman. Dan aku jatuh cinta dengan Leeuwarden! Kau ingat susu bendera? Ya, banyak sapi penghasil susu di sana dan mereka sangat bangga dengan sapi, bahkan di Friesland Museum, kau akan menemukan “gold cow”, di dekat pintu masuk museum. Dan mereka menyebutnya Our mom, sapi itu ibu mereka yang sudah berjasa memberi asupan gizi berupa susu bagi mereka. Aku mengunjungi beberapa gereja di sana dan apa ini petunjuk bahwa kelak aku akan jadi pendeta, Paa? Pendeta bagi para orang tua yang mulai terlupakan oleh dunia dan manusia dan menghantarkan mereka untuk bersiap menjalani hidup yang sebenarnya dan yang penuh damai. Ah entahlah kita lihat saja petunjuk selanjutnya.

Setiap dua hari sekali kami berpindah kota. Udara yang sangat segar, dingin karena di sana sedang banyak hujan Paa.  Aku tidak akan cerita banyak tentang Holland karena aku akan menceritakannya langsung denganmu saat kita bertemu di surga kelak. Ada satu gereja di Amsterdam, Singel Kerk , Hidden church and paradise, menurutku. Aku jatuh cinta lagi, Paa. Kau tahu, aku ingin menikah di sana di gereja itu. Sang pendeta sangat keren dan rendah hati. Gereja itu berada di dekat kanal, hanya berjarak jalan kecil saja dan tempat parkir sepeda. Tepat di seberang kanal, kau bisa datang dan bersantai di toko buku The American Book Center. Ini ada beberapa foto untukmu, Paa.

Pelabuhan di kota Leeuwarden. Ayo piknik ke sana.

Pelabuhan di kota Leeuwarden. Ayo piknik ke sana.

Suasana di depan Balai Kota Haarlem.

Suasana di depan Balai Kota Haarlem

No comment!

No comment!

Salah satu sudut taman di gereja Mennonite Haarlem

Salah satu sudut taman di gereja Mennonite Haarlem

Kita lihat saja, Paa. Dua tahun dari sekarang apakah aku bisa melanjutkan study dan membawa seorang teman hidup ke sana, hopefully. Ini hanya kado mini dari teman sebangkumu dan cerita singkat emak kita, si anti mainstream. Kami baik-baik saja di sini.

Selamat ulang tahun, Paa.

Selamat ulang tahun, Paa.

*Tak apa terlalu cepat aku mengucapkannya ya Paa karena minggu depan aku akan merayakannya di Ubud.

Dream and Spirit

Mimpi atau bunga tidur.

Mimpi, menurut saya adalah media visual yang membawa banyak sari pati kehidupan. Banyak hal yang saya kumpulkan dari mimpi-mimpi di kala tidur. Setiap kali bangun pagi dengan otomatis, saya mengingat-ingat semalam mimpi apa ya. Sering kali saya membicarakan mimpi yang saya alami dengan teman, namun dia sering berucap, itu hanya bunga tidurmu saja. Oh, tentu saja tidak, saya mengelak.

Sesuatu yang baik, saya yakini akan terjadi di masa yang akan datang.

Dua hari yang lalu saya sempat mengeluh, cukup bosan mengenai pekerjaan dan binggung apa yang akan saya lakukan sekarang, esok. Ingin ini dan tidak ingin begitu. Namun kegelisahan itu ditebas habis dengan sebuah mimpi. Hebat bukan! Mimpi bisa menjadikan asupan vitamin H (Hati). Yah tentu bisa menjadi asupan vitamin H atau hanya sekedar bunga tidur saja, itu tergantung cara pandang dan bagaimana kita menyikapinya.

Paling sedikit seorang teman ini hadir dua kali dalam satu bulan di alam bawah sadar saya. Bahkan beberapa bulan terakhir saya sengaja menulis mimpi-mimpi yang saya alami dengan kehadirannya.

Kemarin malam saya bermimpi dia tampil tidak seperti biasanya, memakai topi penceng ala anak Hip hop, mengenakan kemeja dengan warna ceria, cukup menggelikan dan mimik yang menyenangkan. Ia menunjukkan bahwa ia sedang menikmati pekerjaan yang sedang digelutinya. Seperti biasa dia selalu hadir dengan aura yang menyegarkan. Ya, ia selalu muncul di saat saya mengalami defisiensi vitamin H. Itu pasti.

Dengan mimpi itu, saya menemukan terobosan baru mengenai pekerjaan yang ada sekarang. Lakukan yang terbaik, belajar lagi dan lagi. Banyak hal yang bisa dijadikan media pembelajaran. Lahaplah buku untuk menyegarkan ide-idemu dan asuplah sayur dan buah untuk melancarkan kesehatan badanimu.

Oh ya, terima kasih wahai teman, sudah menyuntikkan vitamin H.

000003

Teachers of Life

Kegagalan memang pada awalnya membawa kecewa yang mendalam. Bahkan jika perlu menangis untuk melepaskan kekecewaan itu. Tujuh bulan yang lalu saya berhasil mengikuti wawancara untuk menjadi utusan pemuda gereja di acara Global Youth Summit di Pennsylvania. Selama berbulan-bulan memupuk mental dan kecakapan, usaha itu masih membutuhkan pengorbanan. Ketika tiba saatnya membuat visa, semua tidak sesuai rencana. Dua kali mengajukan permohonan visa ditolak. Lima hari sebelum hari H, saya dan rekan utusan mengajukan permohonan visa untuk yang kedua kalinya.

Windi, tertunduk dan saya hanya menebak bahwa dia sedang berdoa. Selang sekian detik dia kembali menatap televisi yang ada di ruang tunggu.

“Kamu berdoa? tanya saya.

“Iya” jawabnya singkat, ada rasa gelisah yang terpancar di wajahnya.

“Aku tidak akan berdoa karena kita sedang berusaha” pernyataan yang aneh mungkin, sehingga Windi hanya tersenyum saja. Singkat cerita, kami berdua belum diizinkan berkunjung ke sana.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan sepasang suami istri muda yang mengendarai sepeda untuk keliling Asia Tenggara. Mereka tidak meminta untuk dihantarkan ke suatu tempat yang terkenal di Yogyakarta. Bule yang tidak aneh-aneh.

Pada suatu malam kami makan malam bersama dan ada beberapa hal yang membuat saya berpikir. Salva, sesekali memandang ke arah meja prasmanan yang ramai dikunjungi pembeli. Dia memandangi seorang lelaki yang sedang memukul bongkahan es dengan pemukul. Salva tertawa. Lelaki itu meremukkan es tanpa ekspresi. Lucu katanya. Kemudian Giulli, wanita idaman Salva ini bertanya, apakah perempuan berkacamata dengan pakaian yang rapi serta senyuman yang ramah pada setiap pembeli itu, mungkinkah pemilik warung ini? Saya hanya menjawab, mungkin iya karena penampilannya berbeda dengan pelayan yang lain. Lebih rapi, enak dipandang dan ramah. Saya dan Giulli tertawa melihat perbedaan sikap dan pelayanan yang diberikan oleh para penjaga meja prasmanan.

Dari dua peristiwa kecil ini saya kembali berpikir bahwa banyak hal-hal kecil yang mampu membuat saya berpikir dan tertawa. Kemudian saya meninjau ulang peristiwa kegagalan saya untuk pergi ke GYS. Bahwa sebenarnya alam sedang ingin mempertemukan saya dengan guru yang sederhana, yaitu Salva dan Giulli. Ketika satu rencana gagal maka akan tumbuh rencana-rencana kecil yang akan menjadi besar. Someday, we will meet again in Europe or in Camino de Santiago. Selamat melanjutkan pejalanan kalian.

ik

                                     Hati-hati dengan ubur-ubur kecil ini.

po

q

Go where you wanna go

                              Go where you wanna go

Picnic with Two Cats

SAM_0629

Piknik.

Menurut saya, piknik merupakan kegiatan kecil yang menghasilkan kebahagiaan. Sangat beruntung berdiam di pusat kota namun masih bisa menyaksikan kebun kecil dan harum bunga melati setiap hari. Piknik tidak harus ke pantai, gunung atau ke tempat wisata yang aduhai. Cukup memandangi yang ada di sekitar dan selamat piknik.

SAM_0635

SAM_0650

SAM_0651

SAM_0665

A big thing not always can entertain you.

SAM_0684

Yesterday is sacrifice

DSC04699

Don’t be afraid, life must go on. Lord will always relive your soul. Many path and place to see the bluesky and stars. If nobody care you, He always hold on your hands. One billion of games in this world, just choose that you wanna to start or finish them. Maybe there are happiness or sadness but that’s for sure there are much love inside you from your Daddy.

The better places are waiting your arrival. Yesterday was a good stimulus for today.

*inspired by Daviid Garrett, La Califfa.